Anda tidak memerlukan robot kepala pelayan. Anda hanya perlu tisu toilet.
Begitulah suasana CES 2020 di Las Vegas. Pameran teknologi terbesar di dunia biasanya meneriakkan “masa depan”. Tapi tahun ini? Rasanya berbeda. Orang-orang sudah bosan dengan lemari es pintar yang memesan susu yang tidak Anda inginkan. Mereka menginginkan utilitas. Mereka ingin yang aneh. Dan mereka pasti menginginkan solusi untuk masalah yang mereka tidak tahu sampai robot memberi mereka gulungan TP.
Consumer Electronics Show edisi 2020 merupakan perpaduan antara inovasi asli dan kegilaan mutlak. Ini bukan hanya tentang prosesor yang lebih cepat atau layar yang lebih cerah. Itu tentang perangkat keras yang keluar dari kotak dan masuk ke ruang tamu Anda. Terkadang secara harfiah.
Robot tisu toilet dan pembantu rumah tangga lainnya
Mari kita bahas gajah di dalam ruangan. Atau lebih tepatnya, bot kecil di lorong.
Ada robot yang dirancang khusus untuk mengantarkan tisu toilet. Ya benar sekali. Di tahun ketika pandemi mulai terdengar, hal ini bukan sekadar gimmick. Itu adalah respons yang sangat spesifik terhadap kecemasan. Anda berada di kamar mandi. Anda keluar. Apakah Anda benar-benar ingin meninggalkan tempat suci? Tidak. Jadi robotnya datang.
Itu tidak masuk akal. Ini juga brilian.
Perangkat ini menyoroti pergeseran otomatisasi rumah. Kami melewati “nyalakan lampu dengan suara Anda” untuk “melakukan tugas yang menyelamatkan martabat saya”. Garis antara membantu dan menyeramkan sangatlah tipis. Robot ini berjalan di atasnya.
Tapi itu tidak sendirian. Tema tahun 2020 adalah konektivitas. Semuanya ingin berbicara dengan yang lainnya. Mobil Anda ingin berbicara dengan jam tangan Anda. Jam tangan Anda ingin berbicara dengan lemari es Anda. Infrastrukturnya ada, tapi gadgetnya? Mereka menjadi unik.
Mengapa suasana hati anjing Anda penting (dan cara kalung melacaknya)
Berikut pertanyaan untuk pemilik hewan peliharaan di antara kita: Bagaimana Anda tahu jika anjing Anda bahagia?
Anda melihat ekornya. Atau Anda mendengarkan guknya.
Nah, startup bernama Whistle punya ide berbeda. Mereka mengeluarkan kalung pintar yang tidak hanya melacak lokasi. Ini melacak suasana hati.
Dengan menggunakan sensor, kalung tersebut menganalisis perilaku anjing. Detak jantung. Tingkat aktivitas. Pola tidur. Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam algoritma untuk menebak bagaimana perasaan anjing tersebut. Tertekan? Bersemangat? Cemas?
“Kami tidak hanya melacak ke mana mereka pergi. Kami mencoba memahami siapa mereka.”
Ini adalah jenis teknologi yang membuat Anda berhenti sejenak. Apakah itu invasif? Mungkin. Apakah ini berguna? Untuk pemilik anjing yang bekerja dari rumah selama krisis kesehatan global? Sangat. Ini menjembatani kesenjangan antara komunikasi manusia dan hewan. Ini mengubah gonggongan yang tidak jelas menjadi titik data.
Dan itu bukan hanya anjing. Trennya jelas. Hewan peliharaan juga mendapatkan teknologi pintar. Pasar teknologi hewan peliharaan sedang meledak. Mengapa? Karena kami memperlakukan hewan peliharaan kami seperti anak-anak. Dan kami senang membeli gadget untuk anak-anak kami. Sekalipun anak-anak itu berkaki empat dan tidak memiliki konsep Bluetooth.
Gadget aneh apa lagi yang lolos?
Bot tisu toilet dan kerah cincin suasana hati menjadi berita utama. Namun lantainya dipenuhi dengan keanehan lainnya.
- Cermin pintar. Bukan hanya untuk pengecekan

















