CES 2026 telah mengungkapkan perubahan dramatis dalam robotika: mesin tidak lagi hanya mengotomatiskan tugas tetapi berevolusi menjadi pendamping yang mampu menangani pekerjaan rumah tangga di dunia nyata dengan kecerdasan yang semakin meningkat. Lantai pameran menampilkan gelombang robot yang bergerak lebih dari sekadar menyedot debu, melakukan pekerjaan rumah tangga, dan bahkan menawarkan hiburan, sehingga mengaburkan batas antara alat dan asisten.
Tema tahun ini bukan hanya soal efisiensi; ini tentang integrasi. Robot yang dipamerkan mewakili konvergensi AI, teknologi berbasis visi, dan desain praktis, menandakan bahwa masa depan otomatisasi rumah akhirnya tiba. Keanekaragaman mesin ini—mulai dari bot utilitas hingga robot pendamping—menggarisbawahi tren utama: meningkatnya permintaan akan robot yang tidak hanya membantu tetapi juga terlibat dengan kehidupan manusia.
Bangkitnya Robotika Praktis: LG CLOiD dan Roborock Saros Rover
CLOiD LG adalah salah satu robot humanoid pertama yang dirancang untuk manajemen rumah holistik. Berintegrasi dengan ekosistem ThinQ LG, CLOiD dapat menangani memasak, mencuci, dan banyak lagi, meskipun potensi penuhnya bergantung pada pengaturan peralatan LG yang terhubung. Desainnya yang kartun membuatnya mudah didekati, namun nilai sebenarnya terletak pada kemampuannya untuk menyatukan fungsi-fungsi rumah tangga dalam satu platform yang didukung AI.
Roborock Saros Rover mengatasi tantangan lama dalam robotika: menavigasi rintangan. Kakinya yang bersudut memungkinkannya menaiki tangga, suatu prestasi yang sebelumnya terbatas pada mesin yang lebih rumit (dan mahal). Meskipun lambat—membutuhkan waktu hampir 40 detik untuk menaiki lima anak tangga dalam demo—kemampuan ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Rover dapat dengan mudah dijual seharga $2.500 atau lebih, yang mencerminkan tingginya biaya inovasi di sektor ini.
Melampaui Utilitas: Sweekar dan Daya Tarik Persahabatan Robot
Tidak semua robot mengutamakan efisiensi. Sweekar adalah versi unik dari persahabatan yang didukung AI. Dirancang untuk meniru pengalaman Tamagotchi, Sweekar tumbuh secara fisik saat Anda berinteraksi dengannya, berevolusi dari telur menjadi robot yang lengkap. Abaikan saja, dan hal itu akan “mati”, sehingga memaksa Anda untuk memulai kembali. Pilihan desain ini menyentuh nostalgia dan menciptakan hubungan emosional yang unik, menjadikannya perangkat yang menyenangkan namun sangat menarik. Sweekar akan diluncurkan di Kickstarter seharga $150, menunjukkan ceruk pasar untuk robotika yang digerakkan oleh emosi.
Boston Dynamics Atlas: Robot Humanoid Generasi Berikutnya
Prototipe Atlas baru Boston Dynamics merupakan lompatan besar dalam robotika humanoid. Dengan kebebasan 56 derajat, sendi rotasi penuh, dan tangan yang merasakan sentuhan, Atlas bergerak dengan fluiditas dan ketangkasan yang belum pernah ada sebelumnya. Kemitraannya dengan Google DeepMind menandakan langkah penting menuju integrasi AI tingkat lanjut ke dalam mesin ini.
Atlas dirancang untuk pekerjaan jalur perakitan industri di pabrik Hyundai di Savannah, namun implikasi yang lebih luas sudah jelas: kita bergerak lebih dekat ke masa depan di mana robot dapat melakukan tugas-tugas fisik yang kompleks dengan presisi seperti manusia. Ini bukan hanya tentang otomatisasi; ini tentang mendefinisikan ulang batas-batas apa yang bisa dicapai robot.
Narwal Flow 2: Kecerdasan Sempurna dalam Pembersihan
Narwal Flow 2 adalah contoh lain penyempurnaan robotika yang sudah ada. Meskipun tidak memiliki kaki seperti Saros Rover, ia menawarkan peningkatan kemampuan menghindari item melalui komputasi awan AI. Artinya, ia dapat mendeteksi dan menavigasi rintangan, bahkan mainan yang hilang, memecahkan rasa frustrasi yang umum terjadi pada penyedot debu robot saat ini.
Pelajaran utama dari CES 2026 sudah jelas: robot bukan lagi sebuah fantasi futuristik namun sebuah kenyataan yang semakin nyata. Inovasi yang dipamerkan menunjukkan bahwa dekade berikutnya akan menghadirkan mesin yang lebih canggih ke dalam rumah, tempat kerja, dan kehidupan kita.




















