Tiongkok Meninjau Pembelian Startup AI Meta di Tengah Kontrol Ekspor

15

Tiongkok sedang meneliti akuisisi Meta baru-baru ini atas startup AI Manus, untuk memeriksa apakah kesepakatan tersebut melanggar peraturan ketat Tiongkok mengenai ekspor teknologi dan investasi keluar. Langkah ini mencerminkan semakin besarnya kendali Tiongkok terhadap teknologi terkait AI dan kesediaannya untuk menegakkan aturan-aturan ini bahkan pada perusahaan yang beroperasi di luar negaranya.

Fokus Investigasi

Kementerian Perdagangan Tiongkok sedang menentukan apakah Meta memperoleh persetujuan yang diperlukan sebelum mengakuisisi Manus, yang didirikan oleh para insinyur Tiongkok dan pernah memiliki perusahaan induk di Tiongkok. Beijing secara historis menggunakan pembenaran serupa untuk menegaskan pengawasan atas penjualan operasi TikTok di AS, yang dimiliki oleh ByteDance. Pertanyaan intinya adalah apakah transfer teknologi AI dari Manus ke Meta memerlukan izin pemerintah Tiongkok.

Kebangkitan Manus dan Ketertarikan Meta

Manus mendapat perhatian di dunia teknologi tahun lalu berkat agen AI yang mampu melakukan tugas pengkodean dasar secara mandiri, sehingga menantang dominasi raksasa teknologi AS. Perusahaan dilaporkan melampaui pendapatan tahunan sebesar $100 juta pada bulan Desember. Akuisisi Meta menandai yang kedua sejak gugatan antimonopoli AS terhadap perusahaan tersebut dibatalkan pada bulan November. FTC berpendapat bahwa akuisisi Meta sebelumnya atas Instagram dan WhatsApp menciptakan monopoli ilegal, namun pengadilan memutuskan sebaliknya, dengan alasan pertumbuhan pesaing seperti TikTok dan YouTube yang terus berlanjut.

Implikasi yang Lebih Luas

Investigasi ini menggarisbawahi meningkatnya pengawasan Tiongkok terhadap kesepakatan teknologi lintas batas. Ketika AI menjadi pusat perekonomian dan keamanan nasional, Beijing kemungkinan akan memperketat kontrol atas aliran teknologi AI. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah akan mengatur kepemilikan dan transfer AI dalam industri yang semakin mengglobal.

Situasi ini menunjukkan adanya ketegangan utama: meskipun pengembangan AI berkembang pesat melalui kolaborasi terbuka, pemerintah justru menerapkan kontrol yang lebih besar terhadap teknologi strategis. Tren ini dapat mengubah masa depan inovasi dan persaingan AI.