Microsoft Menyematkan AI Copilot Langsung Ke Windows File Explorer

9

Microsoft memperluas kehadiran asisten AI-nya, Copilot, lebih jauh lagi ke Windows 11. Fitur yang baru ditemukan dalam versi pratinjau memperkenalkan tombol “Chat dengan Copilot” khusus langsung di dalam File Explorer, menandakan integrasi AI yang lebih dalam ke dalam fungsi sistem operasi inti.

Penemuan dan Fungsionalitas

Perubahan ini pertama kali ditemukan oleh orang dalam Windows @phantomoearth dan dilaporkan oleh Windows Central. Tombol tersebut muncul sebagai opsi tambahan dalam File Explorer, memungkinkan pengguna berinteraksi dengan Copilot saat menjelajahi file. Meskipun penggunaan pastinya tidak diketahui, fitur ini menunjukkan bahwa Copilot dapat menawarkan bantuan kontekstual dengan dokumen tertentu, berpotensi meringkas konten, mengekstraksi informasi penting, atau melakukan tugas berbasis AI lainnya.

Meningkatkan Integrasi dan Respon Pengguna

Langkah ini mengikuti kemampuan yang ada untuk memanggil Copilot melalui menu klik kanan di File Explorer. Tombol khusus akan membuat asisten AI lebih mudah diakses dan menyematkannya langsung ke dalam alur kerja sehari-hari. Reaksi awal dari pengguna sebagian besar negatif, dan beberapa di antaranya mengejek fitur tersebut sebagai tidak perlu dan mengganggu. Peluncuran ini mendapat penolakan, dan mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang pemaksaan integrasi AI ke dalam perangkat lunak sehari-hari.

Tren Integrasi AI yang Lebih Luas

Dorongan Microsoft untuk menanamkan Copilot di seluruh platformnya adalah bagian dari tren teknologi yang lebih besar. Perusahaan lain, seperti LG, juga menghadapi reaksi keras karena secara agresif menerapkan asisten AI kepada pengguna. LG awalnya memaksa Copilot ke smart TV sebelum mundur dan menawarkan opsi untuk menghapus fitur tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Microsoft bersedia untuk terus melanjutkan integrasi AI meskipun ada penolakan dari pengguna.

Dorongan untuk mengintegrasikan AI ke dalam perangkat lunak inti seperti File Explorer menimbulkan pertanyaan tentang kontrol pengguna dan privasi data. Meskipun alat AI dapat berguna, keputusan untuk menjadikannya ada di mana-mana dapat mengasingkan pengguna yang lebih menyukai pengalaman yang tidak terlalu mengganggu.

Pengembangan Copilot dalam File Explorer menggarisbawahi komitmen Microsoft untuk menanamkan AI ke dalam Windows. Masih harus dilihat apakah pengguna akan menerima perubahan tersebut atau menolaknya, namun tren integrasi AI dalam sistem operasi kemungkinan akan terus berlanjut.

Artikulli paraprakCES 2026: Robot Paling Tidak Biasa yang Dipamerkan
Artikulli tjetërVakum Robot Seri Roborock Qrevo: Diskon $250 di Amazon