Institut Inovasi Teknologi (TII) di Abu Dhabi telah meluncurkan layanan cloud komputasi kuantum pertama di kawasan ini, memberikan mitra akses langsung ke Unit Pemrosesan Kuantum (QPU) yang dikembangkan secara lokal. Inisiatif ini menandai langkah signifikan menuju percepatan penelitian dan pengembangan kuantum di UEA dan sekitarnya.
Terobosan dalam Perangkat Keras Quantum
Lab Perangkat Keras Komputasi Kuantum TII saat ini mengoperasikan beberapa sistem QPU, mulai dari 5 hingga 25 qubit. Yang terpenting, sistem ini menunjukkan waktu koherensi kuantum hingga sepuluh kali lebih lama dibandingkan prototipe sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan peningkatan keahlian TII dalam desain kuantum, fabrikasi, dan integrasi sistem—menjadikan perangkat keras yang dikembangkan secara lokal sebagai platform yang layak untuk penelitian terapan.
Artinya: Ekosistem Kuantum Regional
Layanan cloud ini bukan hanya tentang akses; ini tentang mengurangi ketergantungan pada penyedia komputasi kuantum internasional. Ini menawarkan platform praktis bagi peneliti pihak ketiga untuk bereksperimen dengan komputasi kuantum, menguji algoritma klasik kuantum hibrida, dan mengukur kinerja menggunakan perangkat keras kuantum fisik. Peluncuran ini memperluas model akses berbasis cloud yang sebelumnya digunakan secara internal oleh tim Quantum Algorithms TII.
Fitur Utama Layanan Cloud
- Akses Langsung: Pengguna dapat menjalankan beban kerja kuantum langsung di QPU fisik TII di cloud.
- Infrastruktur yang Dapat Diskalakan: Sistem berkisar antara 5 hingga 25 qubit, dengan rencana peningkatan berkelanjutan.
- Integrasi Perangkat Lunak: Layanan ini memanfaatkan kerangka perangkat lunak kuantum sumber terbuka TII, Qibo, untuk menyederhanakan pengiriman dan eksekusi pekerjaan di seluruh simulator dan backend QPU.
- Perkembangan Pesat: Layanan cloud telah digunakan secara internal untuk mengembangkan, memvalidasi, dan melakukan tolok ukur alur kerja kuantum.
Gambaran Lebih Besar: Ambisi Kuantum UEA
Pusat Penelitian Kuantum TII, yang didirikan empat tahun lalu, telah berkembang pesat dari penelitian dasar hingga menghasilkan sistem kuantum yang dapat diakses di cloud. Pusat ini menggunakan pendekatan full-stack berdasarkan sirkuit superkonduktor dan juga mengembangkan sensor kuantum ultra-presisi dan teknologi distribusi keterjeratan untuk komunikasi kuantum. Dorongan ini mencerminkan strategi UEA yang lebih luas untuk menjadi pemimpin global dalam teknologi maju, termasuk kecerdasan buatan, robotika, dan ilmu material.
Peluncuran layanan cloud ini menggarisbawahi komitmen UEA terhadap komputasi kuantum sebagai elemen inti lanskap teknologi masa depan.
Layanan ini akan terus berkembang dengan kemampuan tambahan, peningkatan sistem, dan perluasan akses mitra seiring dengan semakin matangnya ekosistem kuantum.





















